Perbedaan Desain Grafis Modern dengan Desain Grafis Klasik

Photo by Studio Republic

Desain grafis atau dalam bahasa Inggris disebut graphic design. Bidang ini tentunya akan terkait dan akan fokus untuk menghasilkan karya grafis yang mengesankan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, desain grafis adalah proses komunikasi yang menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar, yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi terhadap pesan yang disampaikan.

Perbedaan Desain Grafis Modern dan Desain Grafis Klasik


Desain grafis modern tentunya berbeda dengan desain grafis klasik, desain grafis modern lebih cenderung memanfaatkan teknologi yang ada untuk membantu membuat sebuah desain.

Sebenarnya desain grafis modern sudah diterapkan sejak lama dan sudah terlihat banyak hasil dari pengerjaan atau implementasinya saat ini. Namun untuk lebih memahami dan mengenal desain grafis modern, ada baiknya Anda membaca artikel yang membahas dan mengenal desain grafis modern ini.

Di era teknologi seperti sekarang ini, desain grafis pada dasarnya bukan lagi hal yang asing dan hanya dikuasai oleh mereka yang berpengalaman di bidangnya, tetapi sudah meluas dan bisa dipelajari secara otodidak oleh siapa saja, bahkan oleh orang yang sudah berpengalaman. bukan ahli di bidang itu. Produk atau karya yang dihasilkan juga sangat beragam, mulai dari olahan foto, lukisan, logo brand, desain kemasan produk, desain banner, desain banner, infografis, visual iklan dan masih banyak lagi. Tidak ada batasan media di zaman modern ini, tidak lagi hanya statis dalam dua dimensi, tetapi dapat mencakup 3 dimensi.

Desain Grafis Modern


Desain grafis modern pada dasarnya akan mencakup semua aspek kehidupan manusia yang berkaitan dengan komunikasi visual secara umum, seperti buku dan poster, hingga aplikasi perangkat baik atau animasi tiga dimensi. Desainer grafis memiliki cakupan yang sangat luas untuk mengaplikasikan bakatnya di bidang desain. Secara umum, ini meliputi: desain editorial, logo atau merek, ikon dan piktogram, tipografi, elemen grafis dan antarmuka, iklan cetak, alat cetak besar seperti poster dan papan iklan, kemasan produk, dll.

Dapat dikatakan bahwa desainer modern di bidang ini memiliki banyak pilihan untuk mengaplikasikan bakatnya. Dalam setiap penjelasan di atas, tujuan utama dari desain grafis adalah untuk memenuhi tujuan tertentu atau bahkan menyajikannya sebagai teknik seni yang menghasilkan karya seni.

Desain grafis di dunia modern penuh dengan perangkat digital yang terus berkembang seiring waktu dan teknologi. Kehadirannya tidak hanya mempercantik objek fisik atau digital, tetapi juga membantu pengguna, menavigasi, dan membimbingnya sehingga dapat mendesain dengan mudah.

Desain Grafis Klasik


Desain grafis klasik pada dasarnya adalah sebuah desain yang diproduksi industri dengan nilai estetika yang tak lekang oleh waktu. Ini berfungsi sebagai standar dari jenisnya dan meskipun tahun itu dirancang, itu masih mutakhir.

Untuk sebuah objek menjadi sebuah desain klasik membutuhkan waktu dan dampak abadi desain terhadap masyarakat dan pengaruhnya terhadap desain, sehingga memainkan peran penting dalam menentukan apakah sesuatu itu desain klasik atau tidak. . Oleh karena itu, desain klasik seringkali secara mengejutkan sederhana, pada intinya, dan digambarkan dengan kata-kata sebagai ikonik, rapi, berharga, atau bermakna.
Lebih baru Lebih lama